PEMANFAATAN EKSTRAK METANOL DAUN TUMBUHAN ASHITABA (Angelica keiskei) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA

  • VIVIA WIDYATI Universitas Negeri Surabaya
  • ISMI HIDAYA Universitas Negeri Surabaya
  • NOERMAN YUSUF PRATAMA PUTRA Universitas Negeri Surabaya
  • SUYATNO . Universitas Negeri Surabaya
Keywords: Ashitaba; Inhibitor korosi ; ekstrak ; senyawa kimia

Abstract

Dilakukan penelitian berjudul Pemanfaatan Ekstrak Metanol Daun Tumbuhan Ashitaba (Angelica keiskei) Sebagai Inhibitor Korosi Baja. Baja merupakan material yang umum digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Agar baja tahan lama dan terhindar dari korosi maka dibutuhkan inhibitor korosi. Saat ini produk inhibitor korosi mayoritas tidak ramah lingkungan, sehingga diperlukan inhibitor korosi alternatif yang ramah lingkungan. Alternatif tersebut dengan menggunakan ekstrak daun Ashitaba. Hal ini berdasarkan penelitian bahwa ekstrak metanol daun Ashitaba mengandung senyawa kimia golongan flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid, kumarin dan minyak atsiri yang diduga berpotensi sebagai inhibitor korosi alami. Dari itu, tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan konsentrasi ekstrak dengan laju korosi serta menentukan konsentrasi dan efisiensi inhibisi korosi ekstrak metanol daun Ashitaba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pengurangan massa. Hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh/hubungan antara konsentrasi ekstrak dengan laju inhibisi korosi baja. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka semakin rendah laju korosi baja. Laju korosi terendah diperoleh pada konsentrasi ekstrak 2000 ppm yaitu 0,000174211 gr/cm2hari. Sedangkan efisiensi inhibisi tertinggi yaitu 43,24016786 % pada konsentrasi ekstrak 2000 ppm. Peristiwa adsorbsi isotermal yang terjadi merupakan jenis adsorbsi isotermal Langmuir. Dari penelitian tersebut telah terbukti bahwa ekstrak metanol daun Ashitaba berpotensi sebagai inhibitor korosi.

Published
2018-10-27