STANDARISASI BIOETANOL PADUAN LIMBAH PUCUK TEBU, KULIT NANAS, DAN BATANG JAGUNG

  • BELLINA YUNITASARI Universitas Negeri Surabaya
  • DWI HERU SUTJAHJO Universitas Negeri Surabaya
  • TRIO SANDI PUTRA Universitas Negeri Surabaya
Keywords: bioetanol; tebu; jagung; nanas; fermentasi

Abstract

Berdasarkan data Indonesia Energy Outlook tahun 2016, dalam 14 tahun terakhir Indonesia mengalami penurunan produksi minyak dan gas , total konsumsi BBM meningkat dari 315 juta SBM pada tahun 2000 menjadi 308 juta SBM pada tahun 2014. Sehingga diperlukan energi terbarukan bioetanol sebagai pengganti bahan bakar minyak dari paduan limbah pucuk tebu, kulit nanas dan batang jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bioetanol berdasarkan standar baku mutu bioetanol, dengan metode penelitian deskriptif kuantitaf. Paduan limbah pucuk tebu, kulit nanas dan batang jagung dengan berat masing – masing 100 gram, dicampur dengan berat ragi, waktu fermentasi dan volume optimum, kemudian dilakukan proses sakarifikasi, fermentasi dengan ragi (Saccharomyces Cerevisiae) dan distilasi dengan suhu 78ºC. Setelah diperoleh kadar >95%, dilakukan pengujian karakteristik sesuai standar baku mutu bioetanol. Hasil analisa karakterisasi bioetanol paduan limbah pucuk tebu, kulit nanas dan batang jagung diperoleh nilai parameter sesuai standar antara lain: kadar bioetanol sebesar 96,5%, kadar metanol 0,002787 %-v, kadar air 0,2632 %-v, kadar tembaga 0,0067 mg/L, tampakan clear, kadar ion klorida tidak terdeteksi, kadar getah 1,2 mg/100 ml, nilai kalor 5986 kkal/kg, titik nyala 30 ºC, titik tuang -50 ºC, densitas 0,8164 gr/cm3, viskositas 3,45 cPs, pH 7,77, dan parameter yang masih melebihi standar antara lain: keasaman sebagai Asam Asetat 70,3 mg/L dan kandungan belerang 60 mg/L.

Published
2018-10-27