PEMANFAATAN LIMBAH ALGINAT MELALUI SAKARIFIKASI DAN FERMENTASI SIMULTAN MENGHASILKAN BIOETANOL

  • OCTOVIANUS SR PASANDA Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • ABDUL AZIS Politeknik Negeri Ujung Pandang,
  • SELFINA GALA Universitas Fajar
Keywords: Limbah alginat; sakarifikasi; fermentasi; trichoderma viride; saccharomyses cereviseae; bioetanol

Abstract

Harga minyak mentah yang tinggi dan dampak emisi gas rumah kaca dari penggunaan bahan bakar fosil membuat biofuel menarik untuk dipelajari. Bioetanol dapat diperoleh dari berbagai bahan baku yang bersumber dari selulosa diantaranya dari limbah alginat. Limbah padat alginat dapat mencapai 80% dari berat awal rumput laut yang diproses sehingga perlu dilakukan penelitian untuk memanfaatkan limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum terhadap pembuatan bioetanol dari limbah alginat secara sakarifikasi dan fermentasi simultan dengan menggabungkan mikroba penghasil enzim selulase yaitu Tricoderma viride dan mikroba yang umum digunakan untuk fermentasi Saccharomyses Cereviseae. Proses sakarifikasi dan fermentasi simultan dilakukan  selama 7 hari dengan memvariasikan kondisi pH awal yaitu: pH awal 4,2; 4,8, dan 5,5. Pengukuran nilai pH, dan kadar gula pereduksi dilakukan setiap hari, sedangkan kadar etanol yang terbentuk diukur mulai dari hari ke-3 hingga hari ke-7.  Kondisi optimum diperoleh pada penelitian ini yaitu pada hari ke-3 dengan pengaturan pH awal 4,2  menghasilkan konsentrasi etanol sebesar 5,13%, dengan persen yield sebesar 5,72%.  Pemanfaatan biomassa dari rumput laut sebagai energi dapat menjanjikan karena bahannya mudah dikonversi menjadi etanol serta   secara komprehensif memecahkan masalah lingkungan global dan masalah energi.

 

 

Published
2018-10-27