NILAI-NILAI PEMBANGUN KARAKTER DALAM PERMAINAN ANAK TRADISIONAL USING DI BANYUWANGI

  • ROUDHOTUL JANNAH Universitas PGRI Banyuwangi
  • ARYA MAHDI Universitas PGRI Banyuwangi
  • HARJIANTO . Universitas PGRI Banyuwangi
Keywords: Nilai-nilai pembangun karakter anak, permainan anak tradisional Using.

Abstract

Pemainan anak tradisional using di Kabupaten Banyuwangi mengalami nasib yaitu mulai jarang dimainkan oleh generasi bangsa. Sangat ironis sekali kabupaten Banyuwangi yang kaya akan seni dan budaya akan tersingkir oleh budaya asing yang masuk ke Banyuwangi. Permainan anak tradisional using merupakan salah satu budaya yang harus dilestarikan keberadaannya khususnya di Kabupaten Banyuwangi Dalam permainan anak tradisional banyak mengandung nilai-nilai sebagai pembangun karekter anak bangsa. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam permainan anak tradisional. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 nilai-nilai pembangun karakter yang terkandung dalam permainan anak tradisional egrang, lompat tali (karetan/pelencatan), egran bambu (egran jajang), lompat tali (karetan/pelencatan), gobak sodor (seleondoran), ular naga (krupuk-krupukan), dan engklek  meliputi: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi,  bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab. Permainan anak tradisional dimainkan anak secara musiman.Tingkat keseringan informan di desa Kemiren bermain permainan tradisional 11% dan permianan modern 89%. Sedangkan di desa Kabat permainan tradisonal 12% dan permianan moder 88%. Minat informan di desa Kemiren permainan tradisonal 33% dan permiannan modern 67%. Sedangkan di desa Kabat permainan tradisional 41% dan permainan modern 59%.

Published
2018-10-27