MITOS SANGKAL DALAM TRADISI PERTUNANGAN DINI DI MADURA

  • IWAN KUSWANDI STKIP PGRI Sumenep
  • LILIK FADILATIN AZIZAH STKIP PGRI Sumenep
Keywords: Mitos, Sangkal, dan Tunangan

Abstract

Tulisan ini menganalisa keyakinan masyarakat Pragaan terhadap mitos “tako’ sangkal” dalam tradisi pertunangan anak usia dini yang selama ini terjadi di dalam kehidupan mereka. Serta tulisan ini mengkaji faktor-faktor lain yang menyebabkan tradisi pertunangan dini masih terjadi di Pragaan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis studi kasus. Untuk mendapatkan data penelitian, peneliti menggunakan metode observasi partisipan dan wawancara dengan masyarakat di Kecamatan Pragaan. Adapun analisa data yang digunakan adalah model Miles and Huberman. Adapun dalam model ini melalui tiga tahap, yaitu: tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Setelah dilakukan pembahasan, maka dapat disimpulkan: Pertama, Bagi masyarakat Pragaan, mitos merupakan sesuatu kepercayaan yang harus dipercaya walaupun sebanarnya mereka tidak mampu memberikan penjelasan tentang makna rahasia terhadap mitos tersebut. Bagi mereka, mitos dan agama, sangat erat hubungannya. Kepercayaan terhadap mitos sangkal inilah salah satu bentuk kecerdasan lokal yang mereka miliki. Kedua, tradisi pertunangan usia dini yang ada di Pragaan, di samping terjadi karena alasan takut terhadap mitos sangkal. Alasan lain karena ingin mempererat hubungan kekeluargaan, serta anak yang ditunangkan karena ingin membahagiakan orang tuanya.

Published
2018-10-27