STEREOTIP GENDER PEREMPUAN PADA MASYARAKAT DESA KLEPU KECAMATAN SUDIMORO PACITAN

  • FOFI FANA Universitas Negeri Surabaya
  • FAT’UL INDAYATI Universitas Negeri Surabaya
  • MIFTAHQUL JAYA ROSITA Universitas Negeri Surabaya
Keywords: Persepsi; Penstereotipan gender; Pendidikan Tinggi.

Abstract

Praktik pendidikan di beberapa tempat perempuan sering dipandang sebelah mata; kesempatan pendidikan diberikan secara tidak sama pada laki-laki dan perempuan. Pada masyarakat perkotaan sudah biasa jika perempuan memperoleh pendidikan tinggi, hal ini berbeda dengan masyarakat pedesaan. Tulisan ini membahas tentang penstereotipan gender perempuan pada masyarakat Desa Klepu Kecamatan Sudimoro di Pacitan, sehingga dalam tulisan ini berisi deskripsi  penstereotipan gender perempuan pada masyarakat Desa Klepu Kecamatan Sudimoro di Pacitan Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Data diambil dengan menggunakan angket tertutup dan terbuka dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil dalam penelitian ini adalah perempuan oleh masyarakat Desa Klepu distereotipkan sebagai sosok feminim, maskulin, dan androgini. Perempuan distereotipkan sebagai sosok yang feminin yang bekerja pada ranah domestik seperti memasak, mencuci, mengurus rumah dan lainya. Disisi lain perempuan juga distereotipkan sebagai sosok yang memilki jiwa maskulin dalam artian perempuan selain mencuci, memasak, dan mengurus rumah, perempuan juga distereotipkan sebagai pekerja publik. Pekerja publik yang dimaksudkan adalah bertani, arisan, dan mencari makan untuk ternak. Dengan ini perempuan dimasyarakat ini juga distereotipkan sebagai sosok yang memilki sifat androgini yaitu perempuan yang mengadopsi sebagian sifat dari laki-laki. Penstereotipan perempuan menjadi sosok yang feminin, maskulin, seklaigus androgini menjadikan perempuan berbeban lebih.

Published
2018-10-27