PELIBATAN PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN: REPRESENTASI GAGASAN TOSCA SANTOSO DALAM SARONGGE DAN LADU

  • RIRIE RENGGANIS Universitas Negeri Surabaya
  • RAHMI RAHMAYATI Universitas Negeri Surabaya
  • TENGSOE TJAHJONO Universitas Negeri Surabaya
Keywords: pelibatan perempuan, lingkungan hidup, pelestarian.

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggambarkan pelibatan perempuan dalam pelestarian lingkungan sebagai representasi gagasan Tosca Santoso dalam novel Sarongge dan Ladu. Tokoh-tokoh perempuan dalam kedua novel tersebut merupakan representasi pelibatan perempuan dalam melestarikan dan mengupayakan kelestarian lingkungan hidup pada wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan, baik itu kerusakan akibat campur tangan manusia maupun kerusakan akibat bencana alam. Melalui Sarongge, representasi tokoh perempuan yang berperan dalam mengupayakan kelestarian lingkungan hidup adalah Karen. Melalui tokoh Karen, masyarakat diedukasi dan diajak untuk turut serta menjaga dan memperbaiki kerusakan lingkungan yang rusak akibat perbuatan manusia. Selanjutnya melalui Ladu, representasi perempuan yang berperan dan mengupayakan kelestarian lingkungan hidup dihadirkan melalui tokoh Arti. Melalui kritik sastra feminis, penghadiran tokoh-tokoh perempuan dalam Sarongge dan Ladu ini merupakan representasi gagasan Tosca Santoso sebagai pengarangnya bahwa perempuan memiliki kedekatan dan kemampuan untuk merawat lingkungan hidup. Kedekatan dan kemampuan perempuan dalam merawat lingkungan inilah yang selanjutnya mendorong mereka untuk menjaga, melestarikan, dan memperbaiki lingkungan sebagaimana mestinya. Melalui gagasan tersebut, Tosca Santoso merepresentasikan bahwa perempuan sesungguhnya memiliki kesadaran ekologis yang lebih tinggi dibanding keterbatasan fisik yang dimilikinya.

Published
2018-10-27