EKSPLORASI TUMBUHAN SEKITAR SEBAGAI BAHAN PEWARNA UNTUK BATIK

  • FERA RATYANINGRUM Universitas Negeri Surabaya
  • IMAM ZAINI Universitas Negeri Surabaya
Keywords: batik, pewarna alam, tumbuhan

Abstract

Warna merupakan salah satu bagian penting pada hampir semua produk. Pada selembar kain batik, warna berperan utama sebagai daya tarik produk. Zat Warna Alami (ZWA) untuk batik dapat diperoleh dari bagian-bagian tumbuhan baik akar, daun, buah, bunga, biji, kayu, kulit buah, kulit kayu, maupun kulit akar. Tidak semua tumbuhan bisa menghasilkan atau mengeluarkan zat pewarna. Karena itu, perlu dilakukan ujicoba agar dapat mengetahui kandungan zat warna yang dimiliki. Bahan yang diujicobakan pada penelitian ini adalah bagian akar, batang, dan daun tumbuhan Sawo, Kersen, Belinjo, Jamblang, Mangga, dan Bakau. Tahapan yang dilakukan meliputi penyiapan kain dengan mordanting, ekstraksi bahan warna alam dari sumbernya, penyiapan bahan fiksasi, dan pelaksanaan ujicoba ZWA pada kain. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa masing-masing bahan menghasilkan warna yang berbeda. Kecenderungan yang tampak adalah bahan akar menghasilkan warna yang lebih tua daripada warna yang dihasilkan oleh batang dan daun. Dari segi fiksator yang digunakan, fiksasi tunjung mengubah warna menjadi lebih gelap dari sebelumnya,  fiksator tawas tidak mengubah warna, sedangkan fiksator kapur mengubah warna menjadi lebih muda dari sebelumnya.

Published
2018-12-13