METODE STERILISASI EKSPLAN DURIAN MERAH BANYUWANGI SECARA IN-VITRO

  • YUSMIA WIDHIASTUTI Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
  • KHOIRUL BARIYYAH Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
  • PUTRI ISTIANINGRUM Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
  • SRI HARTATIK Universitas Jember
  • DIDIK PUJDI RESTANTO Universitas Jember
Keywords: sterilisasi, eksplan daun, durian merah, in vitro

Abstract

Perbanyakan durian merah lokal Banyuwangi dilakukan melalui dua cara yaitu melalui biji dan minigrafting. Perbanyakan melalui biji memiliki kelemahan yaitu turunan yang dihasilkan tidak identik dengan tanaman induk serta menimbulkan keragaman sifat tanaman. Salah satu alternatif untuk melakukan perbanyakan bibit durian merah secara massal dengan mutu baik dan seragam serta mempunyai karakter sama baiknya dengan tanaman induk adalah dengan kultur jaringan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memperoleh metode  sterilisasi  dan eksplan yang  tepat  untuk  perbanyakan  durian  merah secara in  vitro. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Jember. Media yang digunakan adalah media MS (Murashige dan Skoog) dengan penambahan zat pengatur tumbuh 2,4-D 5 μM dan 5 μM BAP. Eksplan yang digunakan adalah batang dan daun muda pada bibit durian merah hasil minigrafting berumur satu tahun. Sterilisasi eksplan durian merah menggunakan klorok, alcohol, betadin, fungisida, bakterisida dan antibiotik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa  eksplan yang berasal dari daun yang diperlakukan dengan clorok 20%, clorok 10%, alcohol 70%, antibiotic 50 mg/l, fungisida dan bakterisida 2% dan betadin 5% mengalami kontaminasi jamur sebesar 75% sehingga dapat disimpulkan bahwa metode D4 merupakan metode terbaik untuk metode sterilisasi pada daun durian merah secara in vitro.

Published
2018-12-13