STUDI MODEL PEMBERDAYAAN SISTEM RESI GUDANG PADA BAWANG MERAH KABUPATEN NGANJUK DALAM MEWUJUDKAN STABILITAS HARGA KOMODITAS

  • MAULIDYA TIARAYU PUTRI Universitas Negeri Surabaya
  • DITA INDAH ANGGRAINI Universitas Negeri Surabaya
  • BUNGA NURANI Universitas Negeri Surabaya
  • DILLA NURFIANA ASTANTI Universitas Negeri Surabaya
Keywords: Bawang Merah Nganjuk, Sistem Resi Gudang, Perlindungan Hukum.

Abstract

Kabupaten Nganjuk merupakan sentra penghasil bawang merah terbesar di Jawa Timur dengan konstribusi sebesar 47.83% dari total produksi bawang merah se-Jawa Timur. Namun, pada awal Januari 2018 harga bawang merah di Nganjuk anjlok yaitu sekitar 5.000- 6.000/ kg. Akibat rendahnya harga, banyak petani yang merugi dan tidak semangat lagi menanam bawang merah. Kondisi ini berakibat menurunnya stok benih di tingkat petani. Melihat kondisi ini maka Direktorat Pemasaran Domestik Departemen Pertanian melalui Dirjen dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) menginisiasi bawang merah untuk menjadi komoditas yang dapat diresigudangkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan penerapan sistem resi gudang terhadap bawang merah Nganjuk dan faktor yang menjadi kendala penerapan sistem resi gudang terhadap komoditi bawang merah Nganjuk. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah Yuridis Sosiologis atau Social Legal Research dengan pendekatan yang mengkonstruksikan hukum sebagai refleksi kehidupan masyarakatyang menekankan pencarian-pencarian, keajegan-keajegan empirik dengan konsekuensi selain mengacu pada hukum tertulis juga mengadakan observasi terhadap tingkah laku yang benar-benar terjadi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan petani bawang merah mendapatkan perlindungan hukum melalui penerapan sistem resi gudang agar pada pasca panen komoditi bawang merah yang mengalami penurunan harga tidak langsung dijual, melainkan disimpan di gudang terlebih dahulu agar harga menjadi stabil.

Published
2018-10-27