PERILAKU MASYARAKAT DESA PENYANGGA TERHADAP LAHAN REHABILITASI DI TAMAN NASIONAL MERU BETIRI

  • DIAH PUSPANINGRUM Universitas Jember
  • ATI KUSMIATI Universitas Jember
Keywords: Perilaku sosial; Interaksi; Pertukaran.

Abstract

Daerah penyangga mempunyai fungsi untuk menjaga kawasan konservasi dari segala bentuk gangguan yang berasal dari luar atau dalam kawasan yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan dan fungsi kawasan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat desa peyangga dan interaksinya dengan lahan rehabilitasi di Kawasan Meru Betiri. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan penentuan daerah penelitian secara purposive. Sumber data primer dan sekunder dan metode pengumpulan data adalah indepht interview, observasi dan RRA (Rapid Rural Appraisal). Metode analisis data interaktif dari Miles dan Huberman.Uji kebasahan data dengan triangulasi sumber dan teknik Hasil penelitian ini adalah Perilaku masyarakat desa penyangga  yang positif terwujud dalam peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat serta peningkatan produktivitas. interaksi masyarakat desa penyangga terhadap lahan rehabilitasi yang negatif  berupa gangguan dan ketergantungan terhadap kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Interaksi dapat terus berlangsung apabila terdapat pertukaran diantara pihak pihak yang melakukan proses interaksi tersebut.

Published
2018-10-27