MODEL SIMULASI PENERAPAN KONTRAK BERBASIS KINERJA UNTUK MENANGGULANGI KERUSAKAN DINI PADA JALAN NASIONAL

  • HANIE TEKI TJENDANI Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • ESTI WULANDARI Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • RISMA MARLENO Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Keywords: Kontrak berbasis kinerja; kerusakan dini, kelebihan muatan

Abstract

Kontrak Berbasis Kinerja (KBK) merupakan kontrak terintegrasi yang dilakukan oleh pemerintah sejak tahun 2011 sebagai upaya untuk mengurangi risiko kerusakan dini pada jalan nasional yang selama ini menjadi permasalahan yang sangat krusial dan menjadi tanggung jawab pengelola jalan dalam hal ini Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Bila pada kontrak konvensional penyedia jasa terdiri dari konsultan perencana, kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas, maka pada kontrak berbasis kinerja hanya ada satu penyedia jasa dengan lingkup pekerjaan perencanaan, pelaksanaan konstruksi dan layanan pemeliharaan serta tetap melaksanakan kewajibannya pada masa layanan pemeliharaan. KBK telah sukses dilaksanakan di negara-negara maju dan negara berkembang. Tingkat keberhasilan kontrak ini sangat tergantung pada kondisi masing-masing negara. Kendala di Indonesia, masih banyak kendaraan kelebihan muatan  melalui jalan yang dikontrakkan dengan kontrak berbasis kinerja. Pada penelitian ini dihasilkan suatu model simulasi yang dapat digunakan untuk menentukan pelaksanaan sistem kontrak berbasis kinerja di Indonesia agar dapat menguntungkan semua pihak baik pemerintah, kontraktor maupun pengguna jalan.

Published
2018-10-27