PENGEMBANGAN INDUSTRI SHUTTLE COCK UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PASAR DI KABUPATEN NGANJUK 

  • ACHMAD ACHMAD RIZANUL W Universitas Negeri surabaya
  • ABDUL HAFIDZ Universitas Negeri Surabaya
Keywords: Mesin TTG; Manajemen Usaha; Shuttlecock

Abstract

 

Abstrak - Menghadapi era pasar bebas terkait dengan pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi Asian, tahun 2016) merupakan suatu tantangan bagi UKM (Usaha Kecil dan Menengah) untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas, baik pada faktor SDM maupun hasil produksinya. Secara tidak langsung perkembangan teknologi juga mempengaruhi terhadap perkembangan usaha, dikarena dalam operasional tata kelola usaha dan proses produksi banyak menggunakan peralatan teknologi yang sudah modern. Suatu usaha, apabila tidak mengikuti perkembangan teknologi maka sangat mungkin usaha tersebut akan mengalami penurunan secara kualitas maupun kuantitas. Mitra yang berdomisili di Kecamatan Loceret dan Sukomoro Kabupaten Nganjuk merupakan UKM shuttle cock yang dapat dikatakan berhasil dan bertahan sampai ± 20 tahun, namun secara statistik pnghasilannya sulit untuk diketahui karena kedua mitra UKM tersebut menggunakan manajemen usaha secara konvensional. Kelemahan terhadap manajemen usaha yang tidak terkontrol dengan baik pada Mitra PKM tersebut berdampak pada menurunnya kualitas dan kuantitas produksi, dan kuota pesanan tidak terpenuhi. Tidak teranggarakannya biaya perbaikan alat atau penggadaan peralatan. Ketika peralatan tersebut mengalami kerusakan maka akan menjadi kendala pada proses produksi. Sebagai indikator pada Mitra PKM tersebut bahwa usaha yang sedang menurun adalah turunnya pesanan shuttle cock, pengurangan tenaga kerja dan omset penjualan lebih kecil daripada periode sebelumnya. Dipandang dari pengalaman Kedua Mitra tersebut dapat dikatakan cukup berpengalaman, namun secara pengetahuan Kedua Mitra tergolong awam terhadap perkembangan teknologi.  Mitra PKM bermasalah pada manajemen usaha dan pengetahuan teknologi mesin produksi. Untuk Mitra PKM tata kelola usaha masih menggunakan manajemen konvesional dan mesin pemotong bulu (mahkota shuttle cock) masih manual.  Permasalahan juga pada manajemen usaha yang kurang tertata dengan baik. Solusi yang ditawarkan sesuai dengan permasalahan masing-masing yaitu pendampingan manajemen usaha bagi Mitra PKM, dan bantuan mesin TTG (Teknologi Tepat Guna) penbentuk bulu (mahkota shuttle cock) bagi Mitra PKM  model semi otomatis dengan menggunakan tenaga motor listrik ½ pk.

Published
2018-10-27